Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan memasuki abad kedua NU bertekad mewujudkan transformasi filantropi NU. Untuk mewujudkan hal itu, tentu harus melalui sejumlah tantangan dan konsekuensi. Transformasi yang digagas LAZISNU Jatim meliputi tiga hal, yaitu sistem laporan keuangan, aplikasi, serta website yang di dalamnya juga memuat dokumentasi dan publikasi informasi kelembagaan.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Asyharul Muttaqin, mendorong agar NU Care-LAZISNU dapat memaksimalkan potensi zakat yang cukup besar di Indonesia. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi Blitar ini menekankan bahwa berkaitan dengan potensi zakat hendaknya menjadi konsen LAZISNU ke depan dengan memaksimalkan beberapa hal yang dilakukan selama ini.
Tabuhan rebana jadi penanda pembuka Rakorwil LAZISNU se-Jatim di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (07/02/2026). Rebana ditabuh oleh Wakil Rais PCNU Kabupaten Blitar KH Ahmad Maisur, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Asyharul Muttaqin, Ketua LAZISNU Jatim H A Afif Amrullah, Ketua Baznas Blitar, dan undangan lainnya.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur bakal menggelar Rakorwil bersama LAZISNU PCNU se-Jatim di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (07/02/2026) besok. Agenda ini mengusung tema ‘Transformasi Filantropi NU, Membangun Kemandirian Umat Berkelanjutan’. Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan dalam acara ini dilakukan beberapa pembahasan sesuai perkembangan terkini melalui beberapa persidangan, terutama yang berkaitan dengan transformasi filantropi dan kemandirian umat berkelanjutan.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur bakal menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama seluruh LAZISNU PCNU se-Jatim di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini akan membahas sejumlah topik sesuai perkembangan terkini melalui beberapa persidangan. Seluruh pembahasan akan mengacu pada tema, yaitu ‘Transformasi Filantropi NU, Membangun Kemandirian Umat Berkelanjutan’.
Festival Kemanusiaan NU 2025 yang digelar Lazisnu Jawa Timur di Alun-Alun Kota Malang selama dua hari berhasil menarik ribuan pengunjung melalui rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan hiburan seperti bazar amal, layanan kesehatan gratis, pentas seni, talkshow kemanusiaan, serta penggalangan dana. Acara ini juga menjadi wadah promosi UMKM binaan dan edukasi publik tentang peran zakat, infak, dan sedekah dalam pemberdayaan masyarakat. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UMKM, dengan komitmen penyaluran transparan. Melalui festival ini, Lazisnu Jatim mengajak masyarakat menjadikan kepedulian sosial sebagai kebiasaan dan berharap kegiatan serupa menjadi agenda tahunan.





