Kota Batu, LAZISNU Jatim
Bendahara LAZISNU Jatim, Tamsil Ainnur Rizal, mendorong optimalisasi potensi penghimpunan dana umat di Kota Batu melalui pengembangan program kotak infaq dan pemanfaatan sistem donasi digital seperti QRIS.
“Melalui langkah ini diharapkan potensi filantropi masyarakat di Kota Batu dapat tergali secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya saat Konsolidasi Kotak Infaq untuk Wisata, di Warung Sangguran, Junrejo, Kota Batu, Ahad (08/03/2026).
Menurutnya, Kota Batu memiliki potensi besar dalam penggalangan dana filantropi karena merupakan daerah tujuan wisata dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi.
“Saya berharap potensi yang ada di Kota Batu dapat dimaksimalkan. Idealnya LAZISNU Kota Batu memiliki kas yang besar, sehingga mampu menjalankan lebih banyak program,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam program penggalangan dana. Salah satunya dengan menambahkan kode QRIS pada kotak infaq yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis.
Menurutnya, keberadaan QRIS akan memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi secara non-tunai, sehingga peluang penghimpunan dana sosial dapat semakin meningkat. “Yang terpenting adalah setiap kotak infaq dilengkapi QRIS,” katanya.
Selain pada kotak infaq, sistem donasi melalui penyediaan QRIS dapat dilakukan pula pada nomor meja ataupun daftar menu di rumah-rumah makan hingga tempat kuliner lainnya. Sehingga pengunjung dapat berdonasi secara lebih mudah.
“Program ini dapat menjadi pilot project dalam mengembangkan sistem penghimpunan dana sosial yang memadukan metode konvensional dan digital,” jelasnya.
Dirinya menilai, potensi warga Nahdlatul Ulama di Kota Batu sangat besar. Banyak di antara mereka yang memiliki keinginan untuk menunaikan zakat, infaq, atau sedekah, namun belum mengetahui saluran yang tepat.
“Saya berasal dari Kota Batu, sehingga saya melihat langsung potensi yang ada tersebut,” ungkap Tamsil.
Ia menambahkan bahwa potensi besar tersebut perlu diimbangi dengan kemauan untuk bergerak secara serius dan terorganisasi. Ia juga mengusulkan pembagian fokus kerja antara tingkat ranting dan cabang.
“Pengelolaan kotak infaq di masjid menjadi domain pengurus ranting, kita fokus di tempat wisata dan keramaian, misalnya Jatim Park, Selecta, hingga pusat perbelanjaan di Kota Batu,” pungkasnya.