Ratusan muharrik filantropi NU se-Jawa Timur mulai memadati Aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026) siang sekira pukul 13.20 WIB. Mereka hendak mengikuti Konsolidasi Amil yang diselenggarakan oleh LAZISNU PWNU Jatim. Acara ini mengusung tema “Memperkuat Tatakelola ZIS Profesional, Akuntabel, dan Berkelanjutan.” Acara ini akan diikuti LAZISNU PCNU dan MWCNU se-Jawa Timur. Masing-masing tingkatan kepengurusan berhak mendelegasikan tiga orang untuk mengikuti agenda ini. Salah seorang peserta dari Tuban, Nadhif, menuturkan bahwa ia berangkat bersama-sama rombongan LAZISNU se-Tuban. Ia mengaku berangkat dari Tuban sekitar pukul 09.00 WIB. "Sampai di sini barusan, sekitar pukul 13.0 WIB," ujarnya.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur mengajak masyarakat luas memperkuat solidaritas kemanusiaan dan membangun kepedulian dengan membantu warga terdampak gempa bumi di Flores, NTT. Dampak gempa menimbulkan korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas umum di berbagai wilayah. Wakil Ketua LAZISNU Jatim, Muhammad Su'eb, mengatakan bencana gempa Flores menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat. “Mari kita bersama-sama membantu sesuai kemampuan masing-masing. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua LAZISNU PWNU Jatim, H A Afif Amrullah, M.EI, resmi dilantik sebagai Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/8/2026) malam. Pengangkatan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/508/013/2026 tentang Pengangkatan Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur 2026–2031, tertanggal 4 Agustus 2026. menempatkan tiga prinsip sebagai fondasi pendistribusian zakat, yakni aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Menurutnya, kepatuhan syariah harus berjalan bersama tata kelola dan regulasi yang baik.
NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan sejumlah bantuan di Komunitas Tanoker, Ledokombo, Jember, Jumat (07/08/2026). Di antara bantuan itu, meliputi, santunan anak yatim, dhuafa, anak dengan disabilitas, serta insentif guru dan pendamping komunitas. Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, Anggota LAZISNU PBNU H Misbahus Salam, Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jatim M Risal Syarifuddin, dan lainnya. H Misbahus Salam menyampaikan, penyaluran santunan merupakan bagian dari program filantropi yang dijalankan LAZISNU PBNU melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
NU Care-LAZISNU Jawa Timur kembali membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menghafalkan Al-Qur'an melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz 2026. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang. Program ini resmi dibuka mulai 3 Agustus 2026 dan kuota terbatas untuk sembilan orang. Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen LAZISNU dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan kader-kader penghafal Al-Qur'an yang mampu memberikan manfaat bagi umat.
Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama LAZISNU PWNU Jatim menjalin kolaborasi strategis pengembangan Program Koin NU ini melalui pemanfaatan layanan digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang disediakan BSI. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam menyalurkan donasi kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. "Kehadiran QRIS BSI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berdonasi secara cepat, transparan, dan terpercaya," jar Wahsi Prasodjo, Islamic Ecosystem Business Solutions Manager RO XII Surabaya Bali Nusra.
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Selanjutnya





