Blitar, LAZISNU Jatim
NU Care-LAZISNU Jatim menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (06/02/2026). Dalam kesempatan itu, Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan memasuki abad kedua NU bertekad mewujudkan transformasi filantropi NU.
“Transformasi yang dimaksud adalah harus ada proses adaptasi yang masif dari gerakan-gerakan filantropi, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian antara NU dengan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, tentu harus melalui sejumlah tantangan dan konsekuensi. Di antara konsekuensi itu ialah harus bersepakat dan merelakan beberapa hal yang lama, yang mungkin kurang baik, dan diganti dengan hal-hal baru yang lebih baik. “Itu adalah konsekuensi dari tranformasi,” ucapnya.
Afif mencontohkan, salah satu yang mungkin belum terpecahkan di tubuh LAZISNU adalah tentang sistem laporan keuangan yang terintegrasi. Memang, sebelumnya sempat ada, tetapi belum berjalan efektif, yang terkoneksi dan terintegrasi secara internasional.
“Itu sampai hari ini belum terlaksana dengan baik. Nah, daripada menunggu program nasional yang belum jelas, apalagi sebentar lagi Muktamar NU, ya sudah LAZISNU PWNU Jatim menginisiasi sistem ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, transformasi yang digagas LAZISNU Jatim meliputi tiga hal, yaitu sistem laporan keuangan, aplikasi, serta website yang di dalamnya juga memuat dokumentasi dan publikasi informasi kelembagaan.
“Pasca rakorwil ini nanti, kami akan bimtek, terjun ke cabang-cabang diiringi dengan program-program yang lain,” tuturnya.
Melalui gerakan ini ia mengajak seluruh pengurus LAZISNU di berbagai tingkatan kepengurusan untuk menjadikan 2026 sebagai tahun transformasi sistem laporan keuangan.
“Sehingga nanti Januari 2027 kita tidak lagi nagih-nagih laporan. Jadi, sistem laporan akan tercatat secara otomatis secara realtime, menggunakan aplikasi ini, sehingga nantinya semua akan memudahkan kegiatan kita dalam urusan laporan keuangan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya menegaskan bakal mengintensifkan kembali program Kotak Infaq atau Koin NU, yang selama ini menjadi andalan serta banyak dijalankan oleh MWCNU dan Ranting NU. Menurutnya, kecenderungan ini karena melihat situasi dan kondisi di lapangan menuntut demikian.
“Program intensifikasi Koin NU ini juga yang nanti akan menjadi program LAZISNU. Ada tim intensifikasi Koin NU di LAZISNU PWNU Jatim yang siap terjun ke MWCNU-MWCNU yang memang membutuhkan untuk menguatkan program Koin NU ini,” pungkasnya.
Diketahui, acara ini diikuti oleh pengurus LAZISNU tingkat PCNU se-Jawa Timur. Adapun tema yang diusung ialah ‘Transformasi Filantropi NU, Membangun Kemandirian Umat Berkelanjutan’.