Surabaya, LAZISNU Jatim
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim mengadakan program Mudik Gratis 2026. Program ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim.
Peserta mudik direncanakan berangkat pada Rabu, 18 Maret 2026 M atau 28 Ramadhan 1447 H. Adapun titik keberangkatan di depan Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur, No.9, Gayungan, Kota Surabaya, pukul 06.00 WIB.
Masyarakat yang ingin ukut serta bisa mendaftar dengan mengisi google form melalui link https://s.id/mudikgratis26. Pendaftaran dibuka sejak Jumat (06/03/2026) sampai Ahad (08/03/2026) atau apabila kuota terpenuhi.
“Karena kuota terpenuhi, akhirnya pada Sabtu (07/03/2026) malam pendaftaran ditutup,” ujar salah satu Panitia Mudik Gratis PWNU Jatim, Imam Muhadi.
Pria yang juga Wakil Sekretaris LAZISNU Jatim itu menjelaskan, semula program ini melibatkan sebanyak 15 armada bus dengan masing-masing bus tersedia 45 seat kursi. Namun karena antusiasme masyarakat cukup tinggi, maka dilakukan beberapa penambahan.
“Panitia melakukan komunikasi dengan Dishub Jatim untuk memberikan penambahan kouta kepesertaan,” terangnya.
Ia mengatakan, program mudik gratis tahun ini pelaksanaannya diamanahkan kepada LAZISNU Jatim. “Kalau tahun lalu menjadi tugas dari LWPNU atau Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU,” ucapnya.
Dirinya menyebutkan, tujuan utama program ini untuk meringankan beban warga NU di Jawa Timur yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya dalam hal pembiayaan menuju kampung halaman.
Selain itu, harapannya agar dapat mengurangi volume kendaraan di jalan raya di masa mudik lebaran Idul Fitri 2026 berlangsung, terutama soal penggunaan kendaraan pribadi.
“Harapannya dapat mengurangi kemacetan di jalan raya, sehingga warga dimudahkan dalam perjalanan,” pungkasnya.
Diketahui, program mudik gratis ini menyediakan delapan rute perjalanan. Meliputi, Surabaya – Sumenep, Surabaya – Situbondo – Banyuwangi, Surabaya – Jember – Banyuwangi, Surabaya – Ponorogo, Surabaya – Pacitan, Surabaya – Ngawi, Surabaya – Magetan, dan Surabaya – Kediri – Trenggalek.