Malang – Lazisnu Jawa Timur menggelar Festival Kemanusiaan NU 2025 sebagai bentuk sinergi dakwah dan kerja sosial dalam satu rangkaian kegiatan besar yang melibatkan masyarakat umum, pelajar, santri, hingga pelaku UMKM binaan. Acara ini berlangsung selama dua hari di Alun-Alun Kota Malang dan berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar amal, layanan kesehatan gratis, pentas seni religi dan budaya, talkshow kemanusiaan, hingga penggalangan dana terbuka untuk program sosial Lazisnu. Stan UMKM binaan Lazisnu Jatim tampak ramai dikunjungi, menandakan antusiasme masyarakat terhadap produk lokal sekaligus kepedulian terhadap gerakan sosial NU.
Ketua Panitia Festival, Nur Hadi Pratama, menyampaikan bahwa event ini bertujuan membumikan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kemasan yang kreatif dan komunikatif.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kegiatan sosial tidak harus kaku. Dengan konsep festival, pesan kemanusiaan bisa disampaikan dengan lebih hangat dan menghibur,” ungkapnya.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah layanan cek kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis relawan. Ratusan warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan sederhana. Di lokasi lain, anak-anak mengikuti lomba mewarnai bertema kepedulian sosial yang bertujuan menanamkan empati sejak usia dini.
Tak hanya kegiatan hiburan dan layanan sosial, festival ini juga menjadi ajang edukasi melalui sesi dialog publik yang membahas peran zakat, infak, dan sedekah dalam pembangunan masyarakat. Narasumber dari unsur ulama, akademisi, dan praktisi sosial berbagi pengalaman mengenai transformasi zakat dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif.
Pengunjung festival, Rini Wulandari, mengaku terkesan dengan konsep acara yang memadukan hiburan dan kemanusiaan. “Jarang ada kegiatan yang sekaligus menghibur, mendidik, dan mengajak peduli. Anak-anak senang, orang tua juga dapat manfaat,” katanya.
Dana sosial yang terkumpul dari kegiatan ini dialokasikan untuk program bantuan pendidikan, bedah rumah, serta penguatan UMKM binaan Lazisnu Jatim. Panitia menyebutkan bahwa seluruh dana akan disalurkan secara transparan dan dilaporkan melalui kanal resmi lembaga.
Menutup rangkaian acara, Lazisnu Jawa Timur mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada satu momentum kegiatan saja. Semangat berbagi diharapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mempertemukan kepedulian, kreativitas, dan kebersamaan dalam satu ruang kemanusiaan.