PWNU Jawa Timur melalui LAZISNU Jatim mengadakan program Mudik Gratis 2026. Program ini bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Dishub Jatim. Antusiasme pendaftar cukup tinggi, sehingga pendaftaran segera ditutup dan dilakukan penambahan kuota. Peserta mudik direncanakan berangkat pada Rabu, 18 Maret 2026 M atau 28 Ramadhan 1447 H. Adapun titik keberangkatan di depan Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur, No.9, Gayungan, Kota Surabaya, pukul 06.00 WIB.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Asyharul Muttaqin, mendorong agar NU Care-LAZISNU dapat memaksimalkan potensi zakat yang cukup besar di Indonesia. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi Blitar ini menekankan bahwa berkaitan dengan potensi zakat hendaknya menjadi konsen LAZISNU ke depan dengan memaksimalkan beberapa hal yang dilakukan selama ini.
LAZISNU Jatim mengirimkan bantuan berupa truk tangki air berkapasitas 70 ribu liter kepada penyintas bencana di Aceh, khususnya yang ada di Aceh Tamiang dan Langsa. Truk tangki tersebut akan digunakan sebagai sarana penyaluran bantuan air bersih dari warga NU Jawa Timur.
Warga NU se-Jawa Timur melalui LAZISNU Jawa Timur membantu donasi senilai Rp3.879.409.566 untuk warga penyintas bencana di Aceh dan Sumatra. Donasi tahap pertama itu diserahkan Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, di sela-sela Kick Off Harlah 1 Abad NU (1926-2026) di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026).
Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur infak dan sedekah sepanjang semester pertama 2025 yang berdampak pada bertambahnya penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk program bantuan pangan, santunan rutin, respon bencana, dan dukungan pendidikan, sekaligus diperluas hingga wilayah terpencil. Selain bantuan langsung, Lazisnu juga mengintegrasikan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat lebih mandiri. Dengan dukungan relawan lapangan, sistem pelaporan transparan, serta penguatan jejaring komunitas, Lazisnu Jatim menargetkan pengembangan program terintegrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan sosial berkelanjutan di Jawa Timur.




