Surabaya – Semangat berbagi warga Nahdlatul Ulama melalui infak dan sedekah terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat Jawa Timur. Lazisnu Jawa Timur mencatat peningkatan partisipasi donatur sepanjang semester pertama tahun 2025, yang berdampak langsung pada bertambahnya jumlah penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga prasejahtera, anak yatim, hingga warga terdampak bencana sosial dan ekonomi.
Peningkatan perolehan infak dan sedekah tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program kemanusiaan. Beberapa di antaranya meliputi penyaluran bantuan pangan, santunan rutin bulanan, respon cepat bencana, serta dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Lazisnu Jatim juga memperluas cakupan wilayah penyaluran hingga daerah-daerah terpencil di kawasan tapal kuda, pesisir utara, dan wilayah pegunungan Jawa Timur.
Manajer Program Lazisnu Jawa Timur, H. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa pengelolaan infak dan sedekah tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada upaya memastikan keberlanjutan dan keadilan sosial.
“Setiap rupiah yang diamanahkan oleh donatur kami kelola dengan prinsip transparansi dan kebermanfaatan maksimal. Kami ingin dana infak dan sedekah benar-benar menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan mustahik,” tuturnya.
Selain bantuan langsung, Lazisnu Jawa Timur kini mulai mengintegrasikan dana infak dan sedekah dengan program pemberdayaan. Sejumlah warga penerima santunan secara bertahap diarahkan untuk mengikuti pelatihan keterampilan sederhana serta pendampingan usaha kecil. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu mandiri secara ekonomi.
Salah satu penerima manfaat, Pak Sutrisno, warga Kabupaten Blitar, mengaku sangat terbantu dengan program santunan kesehatan yang diterimanya. “Bantuan biaya pengobatan dari Lazisnu ini sangat meringankan. Kami sekeluarga merasa diperhatikan dan dikuatkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Lazisnu Jatim juga terus memperkuat jejaring relawan di tingkat kabupaten dan kecamatan. Para relawan inilah yang menjadi ujung tombak dalam pendataan mustahik, distribusi bantuan, serta pelaporan kegiatan lapangan. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Lazisnu menilai proses penyaluran bantuan menjadi lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Untuk menjaga kepercayaan publik, Lazisnu Jawa Timur secara rutin menerbitkan laporan keuangan dan aktivitas penyaluran melalui media resmi lembaga. Laporan tersebut mencakup jumlah dana yang terhimpun, jenis program yang didanai, serta wilayah penyaluran. Sistem pelaporan ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas lembaga di mata masyarakat.
Ke depan, Lazisnu Jawa Timur menargetkan pengembangan program infak dan sedekah yang lebih terintegrasi dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi umat. Dengan demikian, infak dan sedekah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sesaat, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi pembangunan sosial jangka panjang di Jawa Timur.
Melalui gerakan infak dan sedekah yang berkelanjutan, Lazisnu Jawa Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menumbuhkan solidaritas sosial. Harapannya, nilai-nilai gotong royong yang diwariskan oleh para ulama dan pendiri bangsa tetap hidup dalam praktik nyata di tengah masyarakat modern.