Jombang, LAZISNU Jatim
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi kinerja dan tata kelola NU Care-LAZISNU Jawa Timur yang dinilai terus berkembang selama dua periode terakhir. Penguatan manajemen tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas program dan pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, H Fatchul Aziz, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar LAZISNU se-Jawa Timur atas kerja keras dalam menjalankan amanah lembaga.
"Terima kasih kepada keluarga besar LAZISNU se-Jatim atas kerja keras yang luar biasa," ujarnya saat mewakili Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, tata kelola merupakan salah satu kunci utama dalam menjalankan organisasi, termasuk lembaga amil zakat. Ia menilai LAZISNU Jatim telah membuktikan pentingnya tata kelola tersebut melalui berbagai program yang dijalankan selama dua periode terakhir.
"Semua organisasi itu kata kuncinya tata kelola, termasuk LAZISNU. Jawa Timur sudah membuktikan hal itu selama dua periode ini," katanya.
Ia mencontohkan sejumlah program LAZISNU Jatim yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, antara lain program di bidang pendidikan dan pemberian beasiswa.
Menurutnya, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan ZIS tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Bahkan LAZISNU ini menjadi salah satu lembaga yang tata kelolanya bisa menjadi contoh dari lembaga-lembaga yang lain," ungkapnya.
Fatchul juga mengapresiasi kemampuan manajemen LAZISNU Jatim dalam menghadapi perubahan dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lembaga serta masyarakat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
"Terima kasih kepada LAZISNU yang manajemennya, alhamdulillah, cukup mampu mengatasi perubahan dan kebutuhan lembaga," tuturnya.
Lebih jauh, Fatchul mengingatkan bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam karena merupakan salah satu dari lima rukun Islam.
Sebab itu, pengelolaan zakat melalui lembaga yang profesional memiliki peran strategis dalam membantu umat menjalankan kewajiban tersebut. "Zakat itu adalah salah satu dari rukun Islam," tegasnya.
Ia menilai apa yang dilakukan LAZISNU merupakan bagian dari khidmat yang sangat mulia karena berkaitan dengan pelaksanaan salah satu rukun Islam. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat masih perlu terus diperkuat.
"Apa yang dilakukan LAZISNU itu sangat mulia sekali karena urusannya dengan penyempurnaan rukun Islam. Soal zakat sering kali masih abai di lingkungan kita," jelas Fatchul.
Ia berharap LAZISNU Jawa Timur dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga dan memperluas manfaat program kepada masyarakat. "Semoga progresivitas LAZISNU terus semakin baik ke depan," harapnya.
Fatchul menegaskan, penguatan tata kelola, inovasi program, dan kemampuan beradaptasi perlu terus dijaga agar LAZISNU semakin mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
"Sehingga manfaat dana umat dapat disalurkan secara tepat dan semakin luas kepada masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.