Jombang, LAZISNU Jatim
LAZISNU Jatim terus mendorong penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting. Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui intensifikasi program Koin NU yang menjadi salah satu program unggulan LAZISNU.
Eks Ketua LAZISNU Jatim H A Afif Amrullah, yang mewakili Wakil Ketua LAZISNU Jatim Muhammad Su'eb, mengatakan bahwa acara konsolidasi amil menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan LAZISNU Jatim.
"Terakhir kita bertemu di forum seperti ini tahun 2023 di Malang. Hari ini kita kembali merapatkan barisan setelah pertemuan di Malang," ujarnya saat Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Afif menjelaskan, LAZISNU Jatim pada periode ini telah melakukan intensifikasi gerakan Koin NU yang menyasar MWCNU dan Ranting NU. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu upaya membangun kemandirian pengelolaan dana ZIS dari tingkat akar rumput.
Ia menambahkan, LAZISNU akan terus menjaga keterhubungan dan keselarasan dengan Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh tingkatan. Menurutnya, LAZISNU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NU dalam menjalankan khidmat sosial, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kami akan terus berusaha menjaga koherensi dengan NU. LAZISNU menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NU di mana pun berada. Koherensi ini untuk membantu para fakir, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan di berbagai tingkatan," jelasnya.
Dirinya menyebutkan, pengurus LAZISNU di tingkat MWCNU dan ranting memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Mereka tidak hanya mengonsolidasikan dana ZIS di tingkat akar rumput, tetapi juga berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
"Orang-orang di tingkat akar rumput inilah yang sehari-hari melakukan konsolidasi dana ZIS dan secara langsung mengetahui berbagai problem kehidupan warga NU," tuturnya.
Sebab itu, penguatan LAZISNU di tingkat MWCNU dan ranting dinilai penting agar penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS semakin dekat dengan kebutuhan riil masyarakat di berbagai daerah.
"Program intensifikasi Koin NU ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penghimpunan dana, tetapi juga memperkuat kebermanfaatan ZIS bagi warga," pungkasnya.