Jombang, LAZISNU Jatim
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU Riri Khariroh melihat semangat keluarga besar LAZISNU di berbagai daerah untuk terus memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi. Menurutnya, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki potensi besar untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Riri mengatakan, esensi gerakan LAZISNU tidak hanya terletak pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga pada upaya membangun kepedulian serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.
"Saya melihat semangat LAZISNU di dunia untuk memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi," katanya pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan, dana ZIS dapat dikelola untuk mendukung berbagai program yang bertujuan mengurangi kemiskinan. Karena itu, LAZISNU perlu terus memperkuat program yang memberikan manfaat berkelanjutan kepada penerima manfaat.
"Esensi LAZISNU untuk membangun kepedulian dan solidaritas, dan bersama-sama bekerja untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Yang pada mulanya sebagai mustahik, hingga akhirnya menjadi muzaki," jelasnya.
Menurut Riri, orientasi tersebut membuat LAZISNU tidak cukup hanya menjalankan program bantuan yang bersifat jangka pendek. Bantuan kebutuhan dasar tetap penting, tetapi pemberdayaan masyarakat perlu menjadi bagian utama agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.
"LAZISNU bergerak tidak hanya untuk program sesaat, seperti sembako dan lainnya. Tetapi yang lebih penting dari itu ialah program jangka panjang dan program pemberdayaan," tegasnya.
Lima Pilar Program LAZISNU
Riri menjelaskan, LAZISNU memiliki lima pilar program utama yang menjadi kerangka dalam menjalankan gerakan filantropi dan pelayanan sosial. Kelima pilar tersebut adalah NU Care Berdaya, NU Care Sehat, NU Care Cerdas, NU Care Hijau, dan NU Care Damai.
Pertama, NU Care Berdaya. Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatannya antara lain pelatihan kewirausahaan, pendampingan petani, serta berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan sumber penghidupan.
"LAZISNU berupaya agar dana ZIS tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Kedua, NU Care Sehat. Pilar ini berfokus pada pelayanan dan peningkatan akses kesehatan masyarakat. LAZISNU juga bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dalam menjalankan sejumlah kegiatan kesehatan.
"Salah satunya kegiatan pemeriksaan refraksi mata dan pemberian kacamata gratis bagi guru ngaji yang dilaksanakan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU," terangnya.
Ketiga, NU Care Cerdas. Pilar ini bergerak di bidang pendidikan. Program yang dijalankan antara lain pemberian beasiswa, insentif bagi guru, serta dukungan untuk perbaikan madrasah dan sekolah.
"Dukungan terhadap pendidikan penting dilakukan agar masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas," ujarnya.
Keempat, NU Care Hijau. Program ini berfokus pada pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga bumi. Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan melalui pilar ini antara lain gerakan sedekah rongsok dan penanaman mangrove.
"Program tersebut mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjadikan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan filantropi," tuturnya.
Kelima, NU Care Damai. Pilar ini berfokus pada kemanusiaan, perdamaian, dan dukungan terhadap berbagai persoalan sosial. LAZISNU turut membantu para kiai dalam menyebarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Riri mencontohkan program NU Peduli Bencana dan NU Peduli Palestina sebagai bagian dari kontribusi LAZISNU dalam dakwah dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
"Kita juga membantu kiai-kiai untuk menyebarkan Islam. Contohnya NU Peduli Bencana, bagian dari kontribusi dakwah atau syiar LAZISNU kepada masyarakat luas. NU Peduli Palestina dan lainnya," ungkapnya.
Riri menegaskan, perkembangan LAZISNU sebagai lembaga filantropi harus diikuti dengan penguatan tata kelola organisasi. Transparansi dan profesionalisme menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terutama para muzaki dan donatur.
Menurutnya, semakin besar dana ZIS yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab LAZISNU dalam memastikan setiap amanah dikelola dan disalurkan secara tepat. Karena itu, ia berharap LAZISNU di seluruh tingkatan terus meningkatkan transparansi dan profesionalisme lembaga.
"Penguatan tersebut diperlukan agar LAZISNU semakin dipercaya masyarakat dan mampu memperluas manfaat dana ZIS," pungkasnya.