Jombang, LAZISNU Jatim
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur H M Ghofirin, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat (LAZ) di Jawa Timur, termasuk pula dengan LAZISNU. Sinergi diperlukan agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) semakin bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penegasan itu disampaikan saat sambutan dalam acara Konsolidasi Amil NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur di di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan LAZISNU Jatim untuk memeriahkan Muktamar ke-35 NU.
Ghofirin menjelaskan, BAZNAS Jatim periode 2026-2031 telah merumuskan sejumlah program dalam konsep Nawa Pradana. Di antara program tersebut, yaitu BAZNAS Jatim Sehat, mengingat masih banyak masyarakat yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
"Program ini salah satunya melalui dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi yang belum memiliki jaminan kesehatan," terangnya.
Selanjutnya, BAZNAS Jatim Sejahtera yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Ghofirin mengatakan, BAZNAS Jatim menjalin kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan di berbagai daerah.
"Kami ingin kader-kader tidak sibuk mencari pekerjaan. Kami sudah bekerja sama dengan BLK-BLK untuk melatih keterampilan kader di berbagai daerah," katanya.
Program lainnya adalah BAZNAS Jatim Lestari. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam menangani persoalan sampah. "Kita akan menginisiasi beberapa program, terutama terkait persoalan sampah agar tertangani dengan baik," jelasnya.
Sementara itu, melalui BAZNAS Jatim Tangguh, pihaknya menyiapkan dukungan untuk merespons bencana secara cepat. Saat ini, BAZNAS Jatim telah memiliki sejumlah peralatan pendukung, seperti kendaraan operasional dan perahu karet.
"Di kantor BAZNAS ada satu unit kendaraan, perahu karet, dan lain-lain. Itu semua untuk respons cepat terhadap bencana," ungkap Ghofirin.
Ia menambahkan, BAZNAS Jatim juga akan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum ketika terjadi bencana.
Menurutnya Ghofirin, berbagai program tersebut dirancang agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan tanpa terbatas pada kelompok tertentu. "Bagi kami, siapa pun bisa mendapat manfaat," tuturnya.
Program Lapor BAZ
Dalam upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, BAZNAS Jatim juga akan menginisiasi Lapor BAZ. Program ini diarahkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan BAZNAS Jatim.
Ghofirin menjelaskan, Lapor BAZ menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jatim mendekatkan layanan kepada mustahik dan dhuafa di seluruh Jawa Timur. Masyarakat nantinya diharapkan lebih mudah menyampaikan kebutuhan dan mendapatkan informasi mengenai bantuan atau layanan yang tersedia.
"Program ini akan melibatkan jejaring relawan di lapangan, yang berperan membantu menghubungkan masyarakat yang membutuhkan dengan layanan BAZNAS Jatim, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan," ucapnya.
Ghofirin menegaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen kepemimpinan BAZNAS Jatim periode 2026–2031 untuk mendekatkan lembaga tidak hanya kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik."Kami tidak hanya ingin mendekatkan diri kepada muzaki, tetapi juga kepada mustahik," tegasnya.