Melihat pontensi yang cukup besar, NU Care-LAZISNU Jawa Timur mencanangkan zakat dikelola secara produktif. Pendistribusian zakat tidak melulu pada konsumtif, tetapi dilakukan untuk pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, pemberdayaan hewan ternak seperti kambing bergulir, bantuan sarana jualan gerobak dan sejenisnya. Dengan dana zakat ini, perekonomian masyarakat dapat meningkat. Mengubah mustahik (orang yang menerima) menjadi muzakki (orang yang memberi).
LAZISNU Bojonegoro pada momentum bulan Ramadhan mengajak masyarakat, khususnya Nahdliyin, untuk memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, seperti kaum dhuafa, anak yatim, dan keluarga prasejahtera. Ketua LAZISNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan. “Ramadhan 1447 Hijriah adalah bulan keberkahan. Setiap rupiah yang disedekahkan akan menjadi cahaya kebaikan yang terus mengalir pahalanya,” katanya.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur mendistribusikan 50 rombong usaha dalam program zakat produktif selama bulan Ramadhan 1447 H. Program ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masjid melalui bantuan modal dan perlengkapan usaha bagi masjid serta jamaahnya. Pendistribusian secara simbolis dilaksanakan di Masjid Al Hidayah Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (21/02/2026). Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Timur, Moch Rofii Boenawi.
LAZISNU Sidoarjo menyerahkan bantuan paket sembako bagi Nahdliyin. Ratusan paket sembako itu diberikan disela Kirab Panji NU yang digelar PCNU Sidoarjo dalam rangka memperingati Harlah 1 Abad NU. Kegiatan itu dipusatkan di Kantor MWCNU Jabon, Sidoarjo, beberapa waktu lalu. Supervisor Pendistribusian dan Pemberdayaan NU Care–LAZISNU Sidoarjo, Askar Sodik, menyampaikan bahwa bantuan paket sembako tersebut sebagai sarana mempererat tali silaturahmi pengurus NU dengan jamaah di akar rumput.
NU Care-LAZISNU Jatim merilis perolehan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) selama tahun 2025. Dana yang dihimpun oleh LAZISNU Jatim dan LAZISNU di kabupaten/kota se Jawa Timur itu mencapai Rp1.585.944.257.646 atau Rp1,5 triliun lebih. Rinciannya, penerimaan dana zakat sepanjang 2025 mencapai Rp56.004.556.672, sementara penerimaan dana infaq dan shadaqah sebesar Rp42.516.239.307. Adapun penerimaan dana keagamaan dan sosial Rp38.640.280.147, serta dana amil yaitu Rp8.526.851.434. Dari jumlah penerimaan tersebut, sepanjang 2025 NU Care-LAZISNU se Jatim telah menyalurkan dana dan bantuan kepada mustahik sebesar Rp1.430.161.484.265 atau Rp1,4 triliun lebih.
Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, mengatakan bahwa NU Care-LAZISNU memiliki empat fungsi utama yang harus dijalankan secara bersamaan. Pertama, sebagai lembaga amil zakat. Kedua, bagian dari perangkat organisasi NU. Ketiga, bagian dari LAZ Nasional. Keempat, LAZISNU tingkat PCNU bertugas sebagai konsolidator di tingkat MWCNU dan Ranting NU.
- Sebelumnya
- 1
- 2
- Selanjutnya





