Surabaya – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur resmi meluncurkan Program Ekonomi Produktif sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam peluncuran yang digelar di Surabaya, Lazisnu Jatim menghadirkan pelaku UMKM binaan dari berbagai kabupaten/kota. Program ini mencakup pendampingan usaha, pelatihan keterampilan, fasilitasi permodalan bergulir, hingga pembukaan akses pasar digital dan offline.
Ketua Lazisnu Jawa Timur, H A Afif Amrullah, menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan naik kelas.
“Kami ingin zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM bisa tumbuh dan berkontribusi lebih besar pada ekonomi lokal,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Siti Aminah, pelaku usaha olahan pangan dari Lamongan, mengaku terbantu dengan pelatihan manajemen sederhana dan bantuan peralatan produksi. “Sekarang kami sudah bisa menambah kapasitas produksi dan mulai menjual lewat marketplace,” tuturnya.
Selain itu, Lazisnu Jatim juga menggandeng relawan profesional untuk memberikan coaching keuangan, pengemasan produk, dan strategi pemasaran. Ke depan, program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 1.000 UMKM binaan di seluruh Jawa Timur.
Dengan hadirnya Program Ekonomi Produktif, Lazisnu Jawa Timur berharap tercipta ekosistem usaha yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dhuafa berbasis pemberdayaan ekonomi.