Bendahara LAZISNU Jatim, Tamsil Ainnur Rizal, mendorong optimalisasi potensi penghimpunan dana umat di Kota Batu melalui pengembangan program kotak infaq dan pemanfaatan sistem donasi digital seperti QRIS. Menurutnya, Kota Batu memiliki potensi besar dalam penggalangan dana filantropi karena merupakan daerah tujuan wisata dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi. “Melalui langkah ini diharapkan potensi filantropi masyarakat di Kota Batu dapat tergali secara maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya, Ahad (08/03/2026).
LAZISNU Jatim berikhtiar menggalakkan penggalangan dana sosial di kawasan wisata perkotaan dengan penyebaran kotak infaq di tempat wisata hingga rumah makan di Kota Batu. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menyampaikan bahwa gagasan ini telah lama dicanangkan, namun baru terealisasi. Menurutnya, penyebaran kotak infaq di tempat wisata merupakan ikhtiar memperkuat LAZISNU di perkotaan.
NU Care-LAZISNU Jatim merilis perolehan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) selama tahun 2025. Dana yang dihimpun oleh LAZISNU Jatim dan LAZISNU di kabupaten/kota se Jawa Timur itu mencapai Rp1.585.944.257.646 atau Rp1,5 triliun lebih. Rinciannya, penerimaan dana zakat sepanjang 2025 mencapai Rp56.004.556.672, sementara penerimaan dana infaq dan shadaqah sebesar Rp42.516.239.307. Adapun penerimaan dana keagamaan dan sosial Rp38.640.280.147, serta dana amil yaitu Rp8.526.851.434. Dari jumlah penerimaan tersebut, sepanjang 2025 NU Care-LAZISNU se Jatim telah menyalurkan dana dan bantuan kepada mustahik sebesar Rp1.430.161.484.265 atau Rp1,4 triliun lebih.


