Lazisnu Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Surabaya sebagai upaya konsolidasi program sosial tahun 2025 yang diikuti pengurus dari seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan ini membahas evaluasi program, strategi penyaluran zakat agar tepat sasaran, penguatan basis data mustahik, peningkatan kapasitas relawan, serta transparansi keuangan, disertai pelatihan administrasi dan pengenalan sistem pelaporan digital real-time. Melalui Rakorwil ini, Lazisnu Jatim menegaskan komitmennya mengelola zakat secara profesional, amanah, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Lazisnu Jawa Timur meluncurkan Program Ekonomi Produktif di Surabaya untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penguatan UMKM dengan pendampingan usaha, pelatihan, permodalan bergulir, dan akses pasar. Program ini menekankan pemanfaatan zakat secara produktif agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas, seperti dirasakan penerima manfaat yang kini mampu meningkatkan produksi dan pemasaran digital. Ke depan, Lazisnu Jatim menargetkan lebih dari 1.000 UMKM binaan di seluruh Jawa Timur guna menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dhuafa melalui pemberdayaan ekonomi.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan zakat produktif berupa bibit ikan lele di Lumajang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Majelis Takwa Telkomsel (MTT). Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, mengatakan program zakat produktif menjadi contoh pengelolaan zakat yang inovatif, berorientasi pada pemberdayaan dan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.


