Jombang, LAZISNU Jatim
NU Care-LAZISNU Jawa Timur menggelar Pelatihan Fundraising CSR bertajuk “Strategi Tepat Menembus & Mengelola Dana CSR Perusahaan”. Kegiatan dalam rangka menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ini dipusatkan di Aula Lantai II Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Ahad (30/8/2026) pagi.
Agenda ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Pakar Filantropi Indonesia Hamid Abidin serta Wakil Direktur Fundraising, Humas & IT LAZISNU PBNU Anik Rifqoh. Adapun yang mengikuti acara ini dua orang perwakilan LAZISNU PCNU se-Jatim.
Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim Moch Rofii Boenawi, mengatakan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan amil dalam melakukan fundraising, khususnya dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
"Pengelolaan dana CSR membutuhkan strategi yang tepat, mulai dari membangun komunikasi dengan perusahaan, menyusun penawaran program, hingga mengelola kerja sama yang telah terjalin," ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal kepada para amil LAZISNU se-Jatim agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai strategi menembus dan mengelola dana CSR perusahaan.
“Kami berharap para amil mendapatkan pengetahuan dan strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan fundraising CSR di masing-masing LAZISNU PCNU,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Hamid Abidin menegaskan corporate fundraising adalah upaya menggalang atau mengumpulkan dukungan dari perusahaan, baik berupa uang, barang, tenaga, dan bentuk-bentuk lainnya. Hal demikian dilakukan untuk memberikan solusi atas beberapa persoalan di masyarakat.
"Fundraising itu tidak hanya sekadar mengumpulkan atau menggalang dukungan, akan tetapi mesti dibarengi dengan program yang inovatif dan kreatif agar menarik bagi sasaran," terangnya.
Ia menjelaskan, tahapan dalam fundraising meliputi beberapa hal. Yakni, penyiapan organisasi, perumusan program, penentuan donatur/mitra, penetapan metode fundraising, serta perawatan donatur/mitra.
"Dalam melakukan fundraising harus menawarkan yang sesuai dengan program yang sama seperti yang dilakukan masing-masing perusahaan. Kalau perusahaan A sering memberikan CSR di bidang Kesehatan, ya kita mesti mengajukan di bidang kesehatan juga," tuturnya.
Sementara itu, Anik Rifqoh, menyebutkan bahwa ada banyak tantangan dalam fundraising bagi perusahaan. Sebab itu, memerlukan beragam strategi khusus agar menarik bagi calon donatur atau mitra.
"Sebenarnya kanal donatur perusahaan itu beragam, misalnya zakat/sedekat karyawan, sponsorship, CSR, hingga CO branding," katanya.
Dirinya pun membeberkan sejumlah aspek mengapa CSR perusahaan dan LAZISNU cukup tersambung. Hal itu karena adanya simbiosis mutualisme dua instansi, yakni perusahaan memiliki kewajiban sosial yang harus dikeluarkan, sedang LAZISNU memiliki jaringan sosial.
"Apalagi trennya sekarang itu sebanyak 78 persen generasi milenial lebih loyal kepada perusahaan yang memiliki kepedulian sosial," pungkasnya.