Aceh Tamiang, LAZISNU Jatim
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur menunjukkan kepedulian bagi penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Di antara yang dilakukan ialah menyediakan 40 ribu porsi buka puasa dan sahur bagi korban terdampak bencana.
Proses masak dan penyediaan menu buka puasa dan sahur tersebut terbagi di empat titik dapur umum. Rinciannya, yaitu di Desa Kota Lintang Bawah, Desa Banai, Desa Menanggini, serta satu titik di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Manajer Program NU Care-LAZISNU Jatim, M Risal Syarifuddin, menyampaikan bahwa dalam sehari Dapur Umum Ramadhan yang didirikan oleh LAZISNU Jatim memasak sebanyak 1.600 porsi buka puasa dan sahur.
“Masing-masing dapur menyediakan 400 porsi. Sehingga dalam sehari ada 1.600 porsi,” ujarnya di Aceh Tamiang, Kamis (26/02/2026).
Dirinya menyebutkan, Dapur Umum Ramadhan LAZISNU Jatim akan beroperasi dan menyediakan menu buka puasa dan sahur bagi warga Aceh Tamiang selama 25 hari di bulan Ramadhan.
“Sehingga diakumulasikan kami tim Dapur Umum Ramadhan LAZISNU Jatim menyediakan sebanyak 40 ribu porsi buka puasa dan sahur,” terangnya.
Sebelumnya, ia menjelaskan telah melakukan penyaluran kebutuhan logistik untuk dapur umum, seperti bahan pokok hingga perlengkapan masak. “Itu kami sebar di empat titik dapur umum,” terangnya.
Rinciannya, bantuan yang didistribusikan meliputi 60 dus mi instan yang dibagi rata ke empat lokasi, beras kemasan 25 kilogram dan 5 kilogram, minyak goreng, bumbu penyedap, garam, serta perlengkapan dapur.
“Seperti kompor dua tungku, kompor jos satu tungku, blender, serta satu unit rice cooker,” jelasnya.
Selain menyediakan menu buka puasa dan sahur bagi penyintas bencana, sejumlah wujud kepedulian dilakukan oleh LAZISNU se-Jawa Timur atas koordinasi LAZISNU Jatim. Meliputi, pembagian paket pakaian layak pakai dan alat shalat, penyaluran Al-Qur’an, hingga distribusi air bersih.
Tak hanya itu, LAZISNU Jatim juga turut membantu beasiswa kuliah, pembangunan sanitasi untuk warga, pembangunan mushala, serta pembangunan balai pengajian atau TPQ di sejumlah titik.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan kebahagiaan di tengah keterbatasan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Aceh Tamiang termasuk salah satu daerah yang sedang tahap pemulihan pasca diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Bencana tersebut melanda 12 kecamatan dan merusak sekitar 58 ribu bangunan.