Surabaya, LAZISNU Jatim
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim mendorong semua elemen masyarakat untuk meningkatkan solidaritas kemanusiaan, khususnya di bulan Ramadhan 1447 H.
Penegasan ini muncul dalam kajian Ngaji Kentong Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Senin (02/03/2026). Acara ini dipusatkan di Aula KH Bisri Syansuri PWNU Jatim, sekaligus disiarkan langsung di kanal youtube PWNU Jawa Timur Official.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua LAZISNU Jatim, H Choirur Roziqin, menegaskan bahwa Ramadhan tidak cukup dimaknai sebagai peningkatan ibadah personal semata. Menurutnya, puasa harus melahirkan dua kekuatan sekaligus, yaitu spiritualitas dan solidaritas.
“Spiritualitas adalah hubungan kita dengan Allah. Solidaritas adalah hubungan kita dengan sesama manusia. Keduanya harus menyatu,” ujarnya.
Dirinya mengingatkan bahwa kesalehan tidak boleh berhenti di masjid atau mushala. Kehadiran Allah juga dapat ‘dijumpai’ melalui kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Ia menambahkan, kesibukan beribadah tanpa empati sosial justru berisiko mengosongkan makna puasa itu sendiri. “Kalau kita tidak punya kepedulian sosial, maka kita bisa termasuk kategori yukadzdzibu biddin, orang yang mendustakan agama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa hakikat puasa adalah merasakan lapar dan dahaga, sebagaimana dirasakan saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan. Sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan solidaritas kepada sesama.
“Puasa jangan sampai hanya mengubah jadwal makan. Kita seharusnya belajar empati, bukan sekadar menahan lapar sampai waktu berbuka,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, menerangkan bahwa semangat solidaritas perlu diwujudkan melalui aksi nyata. Berbagi makanan, membantu masyarakat miskin, serta menjangkau korban bencana, merupakan bentuk konkret dari puasa yang bermakna.
Ia menyebutkan, di bulan Ramadhan 1447 H NU Care-LAZISNU Jatim menggalakkan beberapa program, sebagai wujud implementasi dalam meningkatkan solidaritas kemanusiaan.
“Berbagai program kemanusiaan yang dijalankan LAZISNU di bulan suci ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas, baik di Jawa Timur maupun di daerah lain yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Diketahui, acara yang mengusung tema ‘Ramadhan dan Solidaritas Kemanusiaan’ ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu di Kota Surabaya.