Aceh Timur, LAZISNU Jatim
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur bersama perwakilan LAZISNU PCNU se-Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung bagi penyintas bencana Kabupaten Aceh Timur tepatnya di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi pada Rabu hingga Sabtu (07-10/01/2026).
Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah mengatakan, kehadiran Tim NU Peduli Jatim difokuskan untuk membantu warga yang rumahnya terendam lumpur cukup parah. Dilaporkan, lumpur pascabencana masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 hingga 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.
"Kami memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai bagi para penyintas. Dana tersebut diperuntukkan khusus untuk membantu biaya pembersihan lumpur, seperti penyediaan alat semprot air dan tenaga kerja agar rumah warga bisa segera di huni kembali," ujar Afif.
Ia melaporkan, setiap warga penerima manfaat mendapatkan bantuan dana dengan nominal maksimal Rp 500.000 yang disesuaikan dengan tingkat ketebalan lumpur di lokasi masing-masing. Total sasaran bantuan ini mencakup sekitar 100 hingga 150 warga.
Afif mengaku, dalam penyaluran bantuan ini sempat menghadapi tantangan geografis yang berat, karena lokasi berada di dataran tinggi yang serupa dengan kawasan Prigen atau Trawas di Jawa Timur, akses kendaraan roda empat juga terputus.
“Sehingga tim harus berhenti di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor trail selama lebih dari 30 menit. Tim harus berjuang menerjang jalanan yang sangat licin dan melewati jembatan kayu yang sudah mulai rapuh karena terendam banjir dan lumpur," jelasnya.
Kedatangan tim LAZISNU Jatim disambut langsung oleh Ketua PCNU Aceh Timur beserta jajaran badan otonom lainnya. Afif berharap sinergi ini dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga di wilayah pedalaman Aceh Timur yang terdampak bencana.
“Terima kasih atas sambutan serta pendampingan yang luar biasa dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan bagi penyintas bencana ini. Dukungan PCNU Aceh Timur sangat krusial, mulai dari koordinasi di lapangan hingga bantuan akses transportasi sepeda motor trail untuk menembus medan yang ekstrem dan sulit dijangkau,” pungkasnya.
Sumber: jatim.nu.or.id