Aceh Tamiang, LAZISNU Jatim
Memasuki bulan Ramadhan 1447 H, NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur bergerak cepat menunjukkan kepedulian bagi penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Mereka mendirikan dapur umum sebagai ikhtiar membantu kebutuhan sahur dan berbuka warga yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir bandang.
Dapur umum tersebut tersebar di empat titik, yaitu di Desa Kota Lintang Bawah, Desa Banai, Desa Menanggini, serta satu titik di wilayah Aceh Timur.
Salah satu tim Dapur Umum LAZISNU Jatim, Ahmad Syaiful, menjelaskan bahwa penyaluran logistik difokuskan untuk memastikan operasional dapur umum selama beberapa hari di awal Ramadhan berjalan lancara.
“Logistik yang kami kirimkan ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga empat hari ke depan, khususnya untuk sahur dan buka bersama warga,” ujarnya di Aceh Tamiang, Senin (23/02/2026).
Sementara itu, Manajer Program NU Care-LAZISNU Jatim, M Risal Syarifuddin, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan sementara ini untuk kebutuhan dapur umum di empat titik. “Seperti bahan pokok hingga perlengkapan memasak,” katanya.
Rinciannya, bantuan yang didistribusikan meliputi 60 dus mi instan yang dibagi rata ke empat lokasi, beras kemasan 25 kilogram dan 5 kilogram, minyak goreng, bumbu penyedap, garam, hingga perlengkapan dapur seperti kompor dua tungku, kompor jos satu tungku, blender, serta satu unit rice cooker.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi, terutama untuk dapur umum di wilayah Aceh Timur, seperti tambahan kompor dua tungku, blender, minyak goreng, serta bumbu dan garam.
“Kekurangan tersebut akan segera dilengkapi melalui penganggaran lanjutan yang telah dirapatkan sebelumnya,” tuturnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa LAZISNU Jatim Jatim juga menyiapkan program pembagian paket pakaian layak pakai dan perlengkapan Ramadhan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan kebahagiaan di tengah keterbatasan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Aceh Tamiang termasuk salah satu daerah yang sedang tahap pemulihan pasca diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Bencana tersebut melanda 12 kecamatan dan merusak sekitar 58 ribu bangunan.